Profil Desa Buniwah
Desa Buniwah merupakan salah satu dari 17 desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 1,7 km² atau setara dengan 2,54% dari total luas wilayah Kecamatan Bojong yang mencapai 66,95 km². Secara geografis, Desa Buniwah berada di kawasan dataran tinggi lereng utara Gunung Slamet dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi topografinya yang berbukit landai menciptakan iklim yang relatif sejuk dengan suhu udara berkisar antara 20°C hingga 26°C. Curah hujan yang cukup tinggi serta dominasi tanah vulkanis yang subur menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk mendukung kegiatan pertanian, peternakan, dan sektor agraris lainnya.
Adapun batas wilayah administratif Desa Buniwah adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Desa Karangjambu
- Sebelah Selatan : Desa Bojong
- Sebelah Timur : Desa Bojong
- Sebelah Barat : Desa Sokasari
Secara administratif, Desa Buniwah terbagi menjadi enam dusun atau dukuh, yaitu Dusun Krajan, Dusun Winong, Dusun Denasri (Denastri), Dusun Keseran, Dusun Sanggabirit, dan Dusun Dempis. Pembagian wilayah tersebut menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan publik, serta pelaksanaan pembangunan. Dengan luas wilayah sekitar 1,7 km², desa ini memiliki tingkat kepadatan penduduk sebesar 2.324 jiwa/km², yang tergolong cukup tinggi di tingkat Kecamatan Bojong. Struktur penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif sehingga menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa.
Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Desa Buniwah telah memiliki berbagai sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas pemerintahan, pendidikan, keagamaan, serta mobilitas masyarakat. Infrastruktur dasar yang tersedia meliputi balai desa sebagai pusat pelayanan administrasi, jaringan jalan yang menghubungkan antarwilayah desa dan menuju pusat kecamatan, serta fasilitas peribadatan berupa masjid dan musala.
Pada bidang pendidikan, desa telah memiliki fasilitas pendidikan formal berupa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta pendidikan nonformal keagamaan melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Meskipun demikian, akses terhadap fasilitas kesehatan tingkat lanjut dan pendidikan jenjang menengah masih bergantung pada wilayah di luar desa sehingga memerlukan waktu tempuh yang lebih jauh bagi masyarakat.
Kondisi Sosial dan Ekonomi
Mayoritas masyarakat Desa Buniwah menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian sebagai petani pemilik lahan maupun petani penggarap. Selain itu, masyarakat juga bekerja di sektor peternakan, perdagangan, jasa, sektor swasta, dan berbagai usaha informal lainnya. Aktivitas ekonomi desa sangat dipengaruhi oleh hasil pertanian serta siklus musim tanam.
Dari aspek sosial, masyarakat Desa Buniwah masih memegang teguh nilai gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Berbagai kelembagaan lokal seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, dan Kelompok Tani (Poktan) berperan aktif dalam mendukung pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat.
Desa Buniwah memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk dikembangkan. Pada sektor pertanian, lahan yang subur serta pekarangan produktif memberikan peluang bagi pengembangan pertanian berkelanjutan dan diversifikasi pangan. Di sektor peternakan, budidaya domba yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat menjadi salah satu komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan perekonomian desa. Selain itu, ketersediaan sumber air lokal mendukung pengembangan budidaya ikan lele sebagai salah satu potensi perikanan darat.
Selain potensi sumber daya alam, Desa Buniwah juga memiliki modal sosial yang kuat berupa tingginya partisipasi masyarakat serta aktifnya berbagai organisasi kemasyarakatan. Kondisi ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.